Kamis, 10 April 2014

Pengertian & Klasifikasi Bank (Softskill Semester 6)

Bank (cara pengucapan: [Bang]) adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang . Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 Wikisource-logo.svg tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak
Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan.
Pengertian
Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya.[3] Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupaka kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung[3]. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito.[3] Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat.[3] Kegiatan menghimpun dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat.[3] Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.[3]bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, SE Menurut saya, bank merupakan sarana yang memudahkan aktivitas masyarakat untuk menyimpan uang, dalam hal perniagaan, maupun untuk investasi masa depan. Dunia perbankan merupakan salah satu institusi yang sangat berperan dalam bidang perekonomian suatu negara (khususnya dibidang pembiayaan perekonomian). Inilah beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan:
1. Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement). 2. Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management. 3. Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditi tertentu dikemudian hari (price discovery). 4. Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri. 5. Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar di masa mendatang. Terlepas dari funsi-fungsi perbankan (bank) yang utama atau turunannya, maka yang perlu diperhatikan untuk dunia perbankan, ialah tujuan secara filosofis dari eksistensi bank di Indonesia. Hal ini sangat jelas tercermin dalam Pasal empat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan, ”Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”. Meninjau lebih dalam terhadap kegiatan usaha bank, maka bank (perbankan) Indonesia dalam melakukan usahanya harus didasarkan atas asas demokrasi ekonomi yang menggunakan prinsip kehati-hatian.4 Hal ini, jelas tergambar, karena secara filosofis bank memiliki fungsi makro dan mikro terhadap proses pembangunan
Sejarah Perbankan
Asal Mula Perbankan
Bank pertama kali didirikan dalam bentuk seperti sebuah firma pada umumnya pada tahun 1690, pada saat kerajaan Inggris berkemauan merencanakan membangun kembali kekuatan armada lautnya untuk bersaing dengan kekuatan armada laut Perancis [5] akan tetapi pemerintahan Inggris saat itu tidak mempunyai kemampuan pendanaan kemudian berdasarkan gagasan William Paterson yang kemudian oleh Charles Montagu direalisasikan dengan membentuk sebuah lembaga intermediasi keuangan yang akhirnya dapat memenuhi dana pembiayaan tersebut hanya dalam waktu duabelas hari.[6]
Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang.[rujukan?] Perkembangan perbankan di Asia, Afrika dan Amerika]] dibawa oleh bangsa Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia, Afrika maupun benua Amerika.[rujukan?] Bila ditelusuri, sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang.[rujukan?] Sehingga dalam sejarah perbankan, arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang.[rujukan?] Dalam perjalanan sejarah kerajaan di masa dahulu penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain.[rujukan?] Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer).[rujukan?] Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan simpanan.[rujukan?] Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang.[rujukan?] Uang yang disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada masyarakatyang membutuhkannya.[rujukan?] Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.[rujukan?]Sejarah Perbankan di Indonesia
Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda.[rujukan?] Pada masa itu De javasche Bank, NV didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828 kemudian menyusul Nederlandsche Indische Escompto Maatschappij, NV pada tahun 1918 sebagai pemegang monopoli pembelian hasil bumi dalam negeri dan penjualan ke luar negeri[7] serta terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. Bank-bank yang ada itu antara lain[rujukan?]:
De Javasce NV.
De Post Poar Bank.
Hulp en Spaar Bank.
De Algemenevolks Crediet Bank.
Nederland Handles Maatscappi (NHM).
Nationale Handles Bank (NHB).
De Escompto Bank NV.
Nederlansche Indische Handelsbank
Di samping itu, terdapat pula bank-bank milik orang Indonesia dan orang-orang asing seperti dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Bank-bank tersebut antara lain:[rujukan?]
NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank
Bank Nasional indonesia.
Bank Abuan Saudagar.
NV Bank Boemi.
The Chartered Bank of India, Australia and China
Hongkong & Shanghai Banking Corporation
The Yokohama Species Bank.
The Matsui Bank.
The Bank of China.
Batavia Bank.
Di zaman kemerdekaan, perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan antara lain:[rujukan?]
NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank (saat ini Bank OCBCNISP), didirikan 4 April 1941 dengan kantor pusat di Bandung
Bank Negara Indonesia, yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 yang sekarang dikenal dengan BNI ’46.
Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. Bank ini berasal dari De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko.
Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) tahun 1945 di Solo.
Bank Indonesia di Palembang tahun 1946.
Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.
Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta, kemudian menjadi Bank Amerta.
NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946.
Bank Dagang Indonesia NV di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Pasifik.
Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. Kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949.
Di Indonesia, praktek perbankan sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan.[rujukan?] Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bank Umum Syari’ah, dan juga BPR Syari’ah (BPRS).[rujukan?]
Masing-masing bentuk lembaga bank tersebut berbeda karakteristik dan fungsinya.[rujukan?]
Doktrin Bank Berjuang
[sunting] Bank Pemerintah
Melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1/M/61 tanggal 6 Januari 1961 yang melarang pengumuman dan penerbitan angka-angka statistik moneter/perbankan, maka antara tahun 1960-1965, Bank Indonesia tidak menerbitkan laporan tahunan, termasuk data statistik mengenai kliring dan perhitungan sentral.[rujukan?]
Pada 5 Juli 1964, atas dasar pertimbangan politik untuk mempermudah komando di bidang perbankan untuk menunjang Pembangunan Semesta Berencana Wikisource-logo.svg, selanjutnya pada tahun 1965 pemerintah menetapkan kebijakan untuk mengintegrasikan seluruh bank-bank pemerintah ke dalam satu bank dengan nama Bank Negara Indonesia, prakarsa pengintegrasian bank pemerintah ini berasal dari ide Jusuf Muda Dalam,[8][9] yang saat itu menjabat sebagai Menteri Bank Sentral/Gubernur Bank Indonesia – yang baru diangkat dari jabatan semula Presiden Direktur BNI – dan disetujui oleh Presiden Soekarno. Ide dasarnya adalah menjadikan perbankan sebagai alat revolusi dengan motto Bank Berdjoang di bawah pimpinan Pemimpin Besar Revolusi. Nama Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai bank tunggal, diusulkan oleh Jusuf Muda Dalam sendiri.[9] Hasilnya adalah lahirnya struktur baru Bank Berdjoang ini menjadikan; [10]
Bank Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit I;
Bank Koperasi Tani dan Nelayan serta Bank Eksim Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II;
Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit III;
Bank Umum Negara menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV dan
Bank Tabungan Negara menjadi Bank Negara Indonesia Unit V.[rujukan?]
Akan tetapi tidak semua bank pemerintah berhasil diintegrasikan ke dalam Bank Berdjoang yakni Bank Dagang Negara (BDN) dan Bapindo.[rujukan?] Luputnya BDN dari proses pengintegrasian ini terutama karena Presiden Direktur BDN J.D. Massie saat itu menjabat sebagai Menteri Penertiban Bank-bank Swasta Nasional yang tentu mempunyai cukup punya pengaruh untuk berkeberatan atas penyatuan BDN dengan bank-bank lainnya.[11][12] Massie beralasan bahwa kebijakan ini akan membingungkan koresponden bank di luar negeri untuk penyelesaian L/C ekspor maupun impor karena nama bank yang sama.[rujukan?] Sementara, Bapindo tidak terintegrasi ke dalam Bank Berjuang karena bank ini dibawah Dewan Pembangunan yang diketuai Menteri Pertama Urusan Pembangunan dengan anggota-anggota Menteri Keuangan, yang juga Ketua Dewan Pengawas Bapindo, dan Gubernur Bank Indonesia sebagai anggota.[13]Dengan demikian, melalui kedudukannya itu, pengaruh Bapindo cukup kuat untuk menghalangi terintegrasi ke dalam BNI.[14]
[sunting] Bank Swasta
Pada tahun 1965 pemerintah hendak mengabungkan seluruh bank swasta atau bank asing dalam Bank Pembangunan Swasta sebagai satu-satunya bank penghimpun dan penyalur dari semua dana-dana progresif di sektor swasta dan alat-alat yang dapat dipergunakan Pembangunan Semesta Berencana Wikisource-logo.svg dan rencana-rencana lain yang ditentukan oleh Presiden Republik Indonesia. [15]
Sejarah Bank Pemerintah
Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia mengenal dunia perbankan dari bekas penjajahnya, yaitu Belanda.[rujukan?] Oleh karena itu, sejarah perbankanpun tidak lepas dari pengaruh negara yang menjajahnya baik untuk bank pemerintah maupun bank swasta nasional.[rujukan?] Pada 1958, pemerintah melakukan nasionalisasi bank milik Belanda mulai dengan Nationale Handelsbank (NHB) selanjutnya pada tahun 1959 yang diubah menjadi Bank Umum Negara (BUNEG kemudian menjadi Bank Bumi Daya) selanjutnya pada 1960 secara berturut-turut Escomptobank menjadi Bank Dagang Negara (BDN) dan Nederlandsche Handelsmaatschappij (NHM) menjadi Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) dan kemudian menjadi Bank Expor Impor Indonesia (BEII).[13].
Berikut ini akan dijelaskan secara singkat sejarah bank-bank milik pemerintah, yaitu:[rujukan?]
Bank Sentral
Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) berdasarkan UU No 13 Tahun 1968. Kemudian ditegaskan lagi dnegan UU No 23 Tahun 1999.Bank ini sebelumnya berasal dari De Javasche Bank yang di nasionalkan di tahun 1951.
Bank Rakyat Indonesia dan Bank Expor Impor
Bank ini berasal dari De Algemene Volkscrediet Bank, kemudian di lebur setelah menjadi bank tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia (BNI) Unit II yang bergerak di bidang rural dan expor impor (exim), dipisahkan lagi menjadi:
Yang membidangi rural menjadi Bank Rakyat Indonesia dengan UU No 21 Tahun 1968.
Yang membidangi Exim dengan UU No 22 Tahun 1968 menjadi Bank Expor Impor Indonesia.
Bank Negara Indonesia (BNI ’46)
Bank ini menjalani BNI Unit III dengan UU No 17 Tahun 1968 berubah menjadi Bank Negara Indonesia ’46.
Bank Dagang Negara(BDN)
BDN berasal dari Escompto Bank yang di nasionalisasikan dengan PP No 13 Tahun 1960, namun PP (Peraturan Pemerintah) ini dicabut dengan diganti dengan UU No 18 Tahun 1968 menjadi Bank Dagang Negara. BDN merupakan satu-satunya Bank Pemerintah yangberada diluar Bank Negara Indonesia Unit.
Bank Bumi Daya (BBD)
BBD semula berasal dari Nederlandsch Indische Hendles Bank, kemudian menjadi Nationale Hendles Bank, selanjutnya bank ini menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV dan berdasarkan UU No 19 Tahun 1968 menjadi Bank Bumi Daya.
Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
Bank Pembangunan Daerah (BPD)
Bank ini didirikan di daerah-daerah tingkat I. Dasar hukumnya adalah UU No 13 Tahun 1962.
Bank Tabungan Negara (BTN)
BTN berasal dari De Post Paar Bank yang kemudian menjadi Bank Tabungan Pos tahun 1950. Selanjutnya menjadi Bank Negara Indonesia Unit V dan terakhir menjadi Bank Tabungan Negara dengan UU No 20 Tahun 1968.
Bank Mandiri
Bank Mandiri merupakan hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Bank Expor Impor Indonesia (Bank Exim). Hasil merger keempat bank ini dilaksanakan pada tahun 1999.
Tujuan jasa perbankan
Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara.[rujukan?] Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan.[rujukan?] Pertama, sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah.[rujukan?] Untuk ini, bank menyediakan uang tunai, tabungan, dan kartu kredit.[rujukan?] Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi.[rujukan?] Tanpa adanya penyediaan alat pembayaran yang efesien ini, maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu.[rujukan?]
Kedua, dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana, berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif.[rujukan?]Bila peran ini berjalan dengan baik, ekonomi suatu negara akan menngkat. Tanpa adanya arus dana ini, uang hanya berdiam di saku seseorang, orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman.[rujukan?]
Jasa perbankan sebenarnya sangat banyak, hanya saja sedikit sekali masyarakat yang mengetahuinya. Tujuan dan manfaatnya pun sangat baik bagi para nasabah. Akan tetapi banyak yang memanfaatkannya untuk tindakan kriminal, seperti pembobolan ATM dan pemalsuan buku tabungan dan lain-lain.
Perusahaan Pemegang Sepuluh Besar Bank Berdasarkan Keuntungan di Tahun 2003 (Dalam Dolar AS)
Citigroup — 20 miliar
Bank of America — 15 miliar
HSBC — 10 miliar
Royal Bank of Scotland — 8 miliar
Wells Fargo — 7 miliar
JPMorgan Chase — 7 miliar
UBS AG — 6 miliar
Wachovia — 5 miliar
Morgan Stanley — 5 miliar
Merrill Lynch — 4 miliar
Jenis-jenis bank dan fungsinya
Tiga kelompok utama Institusi keuangan – bank komersial, lembaga tabungan, dan credit unions – yang juga disebut lembaga penyimpanan karena sebagian besar dananya berasal dari simpanan nasabah. [16] Bank-bank komersial adalah kelompok terbesar lembaga penyimpanan bila diukur dengan besarnya aset.[rujukan?] Mereka melakukan fungsi serupa dengan lembaga-lembaga tabungan dan credit unions, yaitu, menerima deposito (kewajiban) dan membuat pinjaman ( Namun, mereka berbeda dalam komposisi aktiva dan kewajiban, yang jauh lebih bervariasi).[16]
Perbandingan konsentrasi aset ukuran bank, menunjukkan bahwa konsolidasi perbankan tampaknya telah mengurangi pangsa aset bank paling kecil ( aset di bawah $ 1 miliar).[rujukan?] Bank-bank ini – dengan aset dibawah $ 1 milliar – cenderung mengkhususkan diri pada ritel atau consumer banking, seperti memberikan hipotek perumahan, kredit konsumen dan deposito lokal.[16] Sedangkan aset bank yang relatif lebih besar (dengan aset lebih dari $ 1 miliar), terdiri dari dua kelas adalah bank regional atau super regional.[16] Mereka terlibat dalam grosir yang lebih kompleks tentang kegiatan komersialperbankan, meliputi kredit konsumen dan perumahan serta pinjaman komersial dan industri (D & I Lending), baik secara regional maupun nasional.[16] Selain itu, bank – bank besar memiliki akses untuk membeli dana (fund) – seperti dana antar bank atau dana pemerintah ( federal funds)- untuk membiayai pinjaman dan kegiatan investasi mereka.[16] Namun, beberapa bank yang sangat besar memiliki sebutan yang berbeda, yaitu Bank Sentral.[16] Saat ini, lima organisasi perbankan membentuk kelompok Bank Sentral,yaitu: Bank New York , Deutsche Bank( melalui akuisisi bankir-bankir saling mempercayai), Citigroup, JP Morgan , dan Bank HSBC di Amerika Serikat.[16] Namun, jumlahnya telah menurun akibat megamergers.[16]. Penting untuk diperhatikan bahwa, aset atau pinjaman tidak selalu menjadi indikator suatu bank adalah bank sentral. Tapi, gabungan dari lokasi dengan ketergantungan pada sumber nondeposit atau pinjaman dana.[16]
Jasa – jasa perbankan
Jasa – jasa ini diberikan untuk mendukung kelancaran menghimpun dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung.[3] Jasa perbankan lainnya antara lain sebagai berikut :[3]
Jasa setoran seperti setoran listrik, telepon, air, atau uang kuliah
Jasa pembayaran seperti pembayaran gaji, pensiun, atau hadiah
Jasa pengiriman uang ( transfer )
Jasa penagihan ( inkaso )
Kliring
Penjualan mata uang asing
Penyimpanan dokumen
Jasa cek wisata
Kartu kredit
Jasa – jasa yang ada di pasar modal seperti pinjaman emisi dan pedagang efek.
Jasa Letter of Credit ( L/C)
Bank garansi dan referensi bank
Jasa bank lainnya.
Sifat Industri Perbankan
1.sebagai salah satu sub-sistem industri 1.sebagai salah satu sub-sistem industri jasa keuangan. Bank disebut sbg jantung jasa keuangan. Bank disebut sbg jantung atau motor penggerak roda atau motor penggerak roda perekonomian suatu negara, salah satu perekonomian suatu negara, salah satu leading indicator kestabilan tingkat leading indicator kestabilan tingkat perekonomian suatu negara . Jika perekonomian suatu negara . Jika perbankan mengalami keterpurukan hal perbankan mengalami keterpurukan hal ini adalah indikator perekonomian negara ini adalah indikator perekonomian negara ybs sedang sakit. ybs sedang sakit.
2. Industri perbankan adalah industri yang sangat bertumpu kepada kepercayaan masyarakat bertumpu kepada kepercayaan masyarakat (fiduciary financial institution). Kepercayaan (fiduciary financial institution). Kepercayaan masyarakat adalah segala-galanya bagi bank. masyarakat adalah segala-galanya bagi bank. Begitu masyarakat tidak percaya pada bank, Begitu masyarakat tidak percaya pada bank, bank akan menghadapi “ rush” dan akhirnya bank akan menghadapi “ rush” dan akhirnya koleps. Di AS pada abad 19-20, setiap 20 koleps. Di AS pada abad 19-20, setiap 20 tahun sekali terjadi krisis perbankan sebagai tahun sekali terjadi krisis perbankan sebagai akibat krisis kepercayaan ( Lash, 1987 : 8 ). akibat krisis kepercayaan ( Lash, 1987 : 8 ).
Karena dua sifat khusus tersebut, industri perbankan adalah industri yang sangat banyak perbankan adalah industri yang sangat banyak diatur oleh pemerintah ( most heavily regulated diatur oleh pemerintah ( most heavily regulated industries ). Revisi serta penegakannya harus industries ). Revisi serta penegakannya harus dilakukan sangat hati-hati dengan dilakukan sangat hati-hati dengan memperhatikan akibat ekonomi dan fungsi memperhatikan akibat ekonomi dan fungsi perbankan dalam perekonomian negara serta perbankan dalam perekonomian negara serta kepercayaan masyarakat yang harus dijaga. kepercayaan masyarakat yang harus dijaga.
Ada lima tujuan , mengapa industri perbankan perlu diatur : perlu diatur : 2. 2.Menjaga keamanan bank; Menjaga keamanan bank; 3. 3.Memungkinkan terciptanya iklim kompetisi Memungkinkan terciptanya iklim kompetisi yang sehat; yang sehat; 4. 4.Pemberian kredit untuk tujuan khusus; Pemberian kredit untuk tujuan khusus; 5. 5.Perlindungan terhadap nasabah; Perlindungan terhadap nasabah; 6. 6.Terciptanya suasana kondusif bagi Terciptanya suasana kondusif bagi pengambilan keputusan mengenai kebijakan pengambilan keputusan mengenai kebijakan moneter ( Lash, 1987 : 22 ).
sumber dari website : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/dua-sifat-khusus-industri-perbankan/
Definisi, Fungsi dan Peranan Bank Umum dalam Perekonomian
Para ahli perbankan di negara-negara maju mendefinisikan bank umum sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizikan mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral), bank umum dapat juga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral.
Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 :
“Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.“
Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu :
1. Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.
2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.
3. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.
4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.
5. Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.
6. Pemberian Jasa-Jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.
Jasa-jasa ini amat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak yang menggunakannya.
website diambil dari : http://putracenter.net/2009/09/23/definisi-fungsi-dan-peranan-bank-umum-dalam-perekonomian/
Perananan Bank Indonesia dalam Perbankan
Tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut BI mempunyai 3 tugas utama, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi bank. Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter tersebut, BI berwenang menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkan. Perlu dikemukakan bahwa tugas pokok BI berubah sejak diterapkannya undang-undang tersebut, yaitu dari multiple objective (mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memelihara kestabilan nilai rupiah) menjadi single objective (mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah). Dengan demikian tingkat keberhasilan BI akan lebih mudah diukur dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
website diambil dari : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/peranan-bank-indonesia-dalam-perbankan-secara-singkat/
Deregulasi Perbankan Indonesia
1 Juni 1983
Mencatat beberapa hal. Di antaranya: memberikan keleluasaan kepada bank-bank untuk menentukan suku bunga deposito. Kemudian dihapusnya campur tangan Bank Indonesia terhadap penyaluran kredit. Deregulasi ini juga yang pertama memperkenalkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SPBU). Aturan ini dimaksudkan untuk merangsang minat berusaha di bidang perbankan Indonesia di masa mendatang.
Paket Kebijakan 27 Oktober 1988 (Pakto 88)
Pakto 88 boleh dibilang adalah aturan paling liberal sepanjang sejarah Republik Indonesia di bidang perbankan. Contohnya, hanya dengan modal Rp 10 milyar maka seorang pengusaha bisa membuka bank baru. Dan kepada bank-bank asing lama dan yang baru masuk pun diijinkan membuka cabangnya di enam kota. Bahkan bentuk patungan antar bank asing dengan bank swasta nasional diijinkan. Dengan demikian, secara terang-terangan monopoli dana BUMN oleh bank-bank milik negara dihapuskan.
Bahkan, beberapa bank kemudian menjadi bank devisa karena persyaratan untuk mendapat predikat itu dilonggarkan. Dengan berbagai kemudahan Pakto 88, meledaklah jumlah bank di Indonesia.
Paket Februari 1991(Paktri)
Banyaknya jumlah bank membuat kompetisi pencarian tenaga kerja, mobilisasi dana deposito dan tabungan juga semakin sengit. Ujung-ujungnya, karena bank terus dipacu untuk mencari untung, sisi keamanan penyaluran dana terabaikan, dan akhirnya kredit macet menggunung. Kondisi ini kemudian memunculkan yang mendorong dimulainya proses globalisasi perbankan.
Salah satu tugasnya adalah berupaya mengatur pembatasan dan pemberatan persyaratan perbankan dengan mengharuskan dipenuhinya persyaratan permodalan minimal 8 persen dari kekayaan. Yang diharapkan dalam paket itu adalah akan adanya peningkatan kualitas perbankan Indonesia. Dengan mewajibkan bank-bank memenuhi aturan penilaian kesehatan bank yang mempergunakan formula kriteria tertentu, tampaknya paket itu tidak bisa menghindari kesan sebagai produk aturan yang diwarnai trauma atas terjadinya kasus kolapsnya Bank Perbankan Asia, Bank Duta, dan Bank Umum Majapahit.
UU Perbankan baru bernomor 7 tahun 1992
Telah disahkan oleh Presiden Soeharto pada 25 Maret 1992. Undang Undang itu merupakan penyempurnaan UU Nomor 14 tahun 1967. Intinya, UU itu menggarisbawahi soal peniadaan pemisahan perbankan berdasarkan kepemilikan. Kalau UU yang lama secara tegas menjelaskan soal pemilikan bank/pemerintah, pemerintah daerah, swasta nasional, dan asing. Mengenai perizinan, pada UU lama persyaratan mendirikan bank baru ditekankan pada permodalan dan pemilikan. Pada UU yang baru, persyaratannya meliputi berbagai unsur seperti susunan organisasi, permodalan, kepemilikan, keahlian di bidang perbankan, kelayakan kerja, dan hal-hal lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan pertimbangan Bank Indonesia.
Paket 29 Mei 1993 (Pakmei).
Untuk mengurangi sebagian kendala yang dihadapi perbankan dalam melakukan ekspansi kredit dan koreksi terhadap Paktri yang begitu mengekang bank, pemerintah mengeluarkan Dengan Pakmei itu, pemerintah berharap mengucurkan kredit, sehingga dunia usaha tidak lesu lagi dan industri otomotif bisa bergairah kembali. Disebutkan dalam Pakmei ini pencapaian CAR (capital adiquacy ratio)– atau perimbangan antara modal sendiri dan aset — sesuai dengan ketentuan adalah 8 persen. Kemudian penyempurnaan lain pada paket itu adalah ketentuan loan to deposit ratio (LDR).
Peraturan Pemerintah (PP) No. 68 tahun 1996
Aturan yang terakhir keluar ini yang ditanda tangani Presiden RI pada 3 Desember 1996. Belajar dari pengalaman Bank Summa, PP ini sangat menguntungkan para nasabah karena nasabah bank akan tahu persis rapor banknya. Dengan begitu, mereka bisa ancang-ancang jika suatu saat banknya sedang goyah atau bahkan nyaris pailit.
Analisa:
Jadi, sebelum adanya paket deregulasi keadaan perekonomian di Indonesia khususnya dibidang perbankan mengalami kondisi yang kurang adil bagi bank yang bukan milik pemerintah, ketidak adilan itu antara lain hanya bank- bank milik pemerintah yang mampu menggunakan fasilitas khusus yang disediakan pemerintah antara lain: mendapatkan kredit likuiditas bank Indonesia (KLBI), dan juga banyak menanggung program- program pemerintah. Oleh karena itu dengan adanya deregulasi perbankan, keadaan perbankan, milik pemerintah maupun swasta dapat meningkat lebih baik.
Refrensi : http://www.tempo.co.id/ang/min/01/52/utama3.htm


website diambil dari : http://lulumaulina.blogspot.com/2009/10/deregulasi-perbankan-indonesia.html
Sumber     : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/pengertian-klasifikasi-bank-4/

Rabu, 08 Januari 2014

Analisa Data Flow Diagram 2






 Pada Tugas ini, gambar DFD ini adalah DFD yang ke 2 yang saya analisa, sebelumnya saya menganalisa DFD pada jurnal springer. Saya hanya mengambil Gambar contoh DFDnya saja dari sumbernya yang saya cantumkan dibawah, tetapi analisa saya buat dengan hasil pemikiran saya.

Berikut analisa yang saya dapat :

Pada Proses ini Melibatkan 5 external entity yaitu : Supplier,pegawai,manager,pimpinan dan costumer.
Proses 1
Pegawai akan mengecek data stock barang dari sistem.selanjutnya jika jumlah barang tersebut kurang dari safety stock maka sistem akan menunjukan bahwa ada permintaan / pembelian barang ke pemasok.misalanya safty stock barang tersebut adalah 50 pcs  ternyata jumlah aktual barang Cuma hanya ada 30pcs  maka sistem akan menunjukan permintaan sebanyak 20pcs.selanjutnya pegawai harus mebuat data informasi stock barang dan kekuranganya kepada pemasok/supplier.dan pegawai akan melakukan pembelian barang kepada supllier.supplier akan menyiapkan barang sebanyak yang di minta oleh data stock barang yang di berikan oleh pegawai.setelah sudah siap pemasok akan mengirim barang ke pegawai dan pegai harus mengecek barang tersebut apakah barang tersebut Qyt nya sudah sama dengan permintaan.baik supllier dan pegawai harus membuat laporan pembelian dan bukti pembayaran.
Proses 2
Setelah barang sudah selesai di buat oleh pegawai, sistem akan menunjuakan daftar barang apa saja yang akan di beli oleh customer,lalu pegawai akan pengirimkan barang tersebut kepada customer.setelah barang itu sudah di beli pegawai hurus memberikan bukti pembelian kepada customer dan  membuat laporan data penjualan.
Proses 3

Pegawai harus memberikan laporan pembelian ke supllier,bukti pembelian ke supllier,bukti pembayaran ke supllier,bukti penjualan ke customer,laporan penjualan ke customer kepada pimpinan.kemudian pimpinan akan melaporkanya kepada Manager.

Kesimpulan yang saya dapat dari DFD tersebut adalah Semua Transaksi yang dilakukan pada Diagram tersebut harus dilaporkan ke atasan atau pimpinan, lalu pimpinan akan memberikan laporan laba atau rugi kepada Manager.

Sumber : http://poltekindonesiamadiun1061.blogspot.com/

Rabu, 01 Januari 2014

Analisa DFD dari Jurnal Springer


Pada Tugas kali ini, Saya mengambil contoh DFD dari link Springer dari DFD yang saya dapatkan dari jurnal tersebut saya menganalisa DFD itu dan menjelaskan bagaimana proses-proses yang terjadi di dalam DFD tersebut.

Berikut DFD yang saya analisa :



Proses ke 1
Menerima  dan Menyimpan  produk dan status mesin yang di terima dari mesin produksi

Proses ke 2
Memonitor semua  produk  dan mendidentifikasi apakah ada benturan / kerusakan pada saat laju/ Proses produksi

Proses ke 3
Memonitor semua produk untuk di cek kembali oleh production Planner ,Tugas production planner adalah membuat perecanaan dan jadwal  produksi      
              
Proses ke 4
Setelah proses ke 3 selesai selanjutnya     production planner mengupdate perencanaan  produksi untuk produk tersebut

Proses ke 5
Setelah rencana produksi sudah di update,planning produksinya di kirim ke production controller,setelah itu mengidentifikasi semua produk apakah ada kerusakan atau tidak,jika produk tersebut baik maka dia akan masuk ke prosses berikutnya.jika terjadi kerusakan pruduk tersebut akan di periksa dan di perbaiki oleh maintenance planner.maintenance planner akan membuat  jadwal perbaikan yang harus di informasikan ke production controller .
Proses ke 6
Membuat laporan detail  dari produk yang sudah ada,baik produk yang bagus maupun produk yang rusak

Proses ke 7
Memeriksa status mesin apakah sudah memenuh syarat untuk proses produksi atau belum memenuhi syarat untuk proses produksi,proses ini sangat vital karena kelayakan mesin sangat berperan pada produk yang di hasilkan

Proses 8
Setelah proses produksi selesai produk di pindahankan ke barisan untuk di cek dengan sensor apakah produk tersebut sudah baik atau belum untuk di pasarkan.dan jika produk tersebut tidak layak untuk di pasarkan maka produk tersebut akan kembali pada proses awal.begitu seterusnya


Dari DFD diatas menjelaskan Proses Lajur Produksi dari Penerimaan sampai  Pemasaran

Sumber: http://link.springer.com/

Selasa, 24 Desember 2013

Rangkuman Data Flow Diagram (DFD)



Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang Data Flow Diagram, atau yang lebih dikenal dengan DFD. Disini saya akan membahas cara membuat data flow diagram, Fungsi data flow diagram, Definisi data flow diagram, dan bagian-bagian dari DFD beserta ciri-ciri dan simbol-simbolnya. Tulisan yang saya buat ini isinya terkandung dari hasil pemikiran saya pribadi ditambah dengan hasil  merangkum atau mengambil garis besarnya dari link-link sebagai berikut :
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang berjalan logis. Data Flow Diagram juga sangat membantu dalam memahami logika-logika yang sudah dirangkum menjadi sebuah simbol-simbol.
Sebelum membuat Data Flow Diagram alangkah baiknya kita mengetahui dahulu apa itu data flow diagram dan bagaimana cara membuat data flow diagram tersebut. Penjelasan atau pengertian dari data flow diagram sudah saya bahas diatas, setelah itu saya akan membahas tentang fungsi dari data flow diagram tersebut.
Fungsi dari data flow diagram antara lain :
  • alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi.
  • salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem.
  • alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.
Langkah-langkah untuk membuat Data Flow Diagram adalah :
-          mengetahui logika yang akan dibuat menjadi sebuah simbol yang mudah untuk dipahami
-          mengetahui pengertian dari data flow diagram tersebut.
-          Mengetahui simbol-simbol yang terdapat dalam data flow diagram tersebut
-          Mengetahui fungsi dari simbol-simbol tersebut.
-          Dan terakhir, buat bagian-bagian dari data flow diagram tersebut, diantaranya ada 3 bagian, akan dijelaskan .
Data Flow Diagram terdiri dari 3 bagian, yaitu :
-          Diagram Konteks : menggambarkan satu lingkaran besar yang dapat mewakili seluruh proses yang terdapat di dalam suatu sistem. Merupakan tingkatan tertinggi dalam DFD dan biasanya diberi nomor 0 (nol). Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram ini sama sekali tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan.
-          Diagram Nol (diagram level-1) : merupakan satu lingkaran besar  yang mewakili lingkaran-lingkaran kecil yang ada di dalamnya. Merupakan pemecahan dari diagram Konteks ke diagram Nol. di dalam diagram ini memuat penyimpanan data.
-          Diagram Rinci : merupakan diagram yang menguraikan proses apa yang ada dalam diagram Nol.

gambar 1.1 Simbol-simbol dalam DFD
Entitas  biasanya diberi nama dengan kata benda.
Aliran data merupakan perpindahan data dari satu titik ke titik yang lain (penggambarannya dengan cara kepala tanda panah mengarah ke tujuan datanya.
Proses biasanya selalu menunjukkan suatu perubahan data dan terjadinya proses transformasi data.
Penyimpanan Data (data store) diberi nama dengan kata benda, sesuai dengan data yang disimpan didalamnya.
Contoh dari Diagram Konteks dari Sistem Informasi Manajemen Penjualan :


Contoh Diagram Zero sistem penggajian :

Contoh Diagram Rinci :



Rabu, 30 Oktober 2013

Hasil Wawancara UKM ( Usaha Kecil Menengah ) ke tempat Kedai Sosis Bakar Teteh


Dari Hasil wawancara yang kami lakukan di UKM Kedai Sosis Bakar Teteh yang saat ini sedang terkenal oleh para kalangan remaja,anak kecil ataupun orang tua dan para karyawan-karyawan perusahaan, kami mendapat beberapa info dan jawaban yang sangat membantu saya dan teman-teman saya dalam menyelesaikan tugas wawancara UKM ini.
Saya mengetahui adanya kedai sosis bakar ini dari adik saya yang kebetulan sekolahnya dekat dengan tempat usaha kedai sosis bakar teteh ini,dan saya memang sudah sering membeli ketempat kedai sosis bakar ini.


Sebelumnya, saya dan teman-teman saya datang ke kedai sosis bakar yang berada di Perum.Wisma Asri 1 Jl. Markisa Blok L no.46 Bekasi Utara pada hari Senin tanggal 28-Oktober-2013 sekitar pukul 13.30 Siang. Saya dan teman-teman langsung bertemu dengan penjual sekaligus pemilik Usaha Sosis Bakar ini.
Dalam cara pendekatan dengan penjual/pemilik Sosis Bakar ini demi kelancaran wawancara saya dan teman-teman, Pertama, Kami memesan dan membeli Sosis Bakarnya terlebih dahulu,Ketika Penjualnya sedang membuat atau membakar menu pesanan kami, disaat itupun saya meminta ijin ke pemilik kedai sosis bakar itu untuk mewawancarai tentang usaha yang dibuatnya. Tidak sia-sia hasil pendekatan yang kami lakukan sebelumnya membuahkan hasil yang baik, pemilik kedai sosis bakar itu langsung welcome (terima ijin wawancara dengan baik) kepada kami semua.


Tujuan saya memilih tempat Sosis bakar untuk wawancara UKM ini, karena tempat tersebut menurut saya bagus prospek kemajuannya dalam berbisnis/usaha. Dan selain itu, semakin lama pelanggan di kedai sosis bakar ini bahkan semakin banyak karena promosi orang-orang yang membeli sosis bakar ini mungkin setelah membeli sosis bakar (karena rasanya yang enak dan harganya yang tidak mahal) menceritakan ke teman-temannya sehingga itu menjadi promosi yang sangat bagus untuk kedai sosis bakar tersebut. Bisa dibilang promosi sosis bakar ini dari mulut ke mulut.


Sebelum mewawancarai pemilik Kedai Sosis Bakar, kami telah mempersiapkan bahan-bahan pertanyaan yang ingin kami tanyakan kepada pemilik kedai sosis bakar tersebut. Kami mempersiapkan 18 pertanyaan diantaranya adalah :
Pertanyaan :
Kapan Usaha Kedai Sosis ini di buka ?
Jawaban :
Pada Tahun 2011
Pertanyaan :
Apa nama Usaha yang Anda buka ini ?
Jawaban :
“Sosis Bakar Teteh”
Pertanyaan :
Modal awal yang Anda keluarkan berapa untuk membuka usaha Sosis Bakar ini ? dan modal itu dari hasil uang pribadi atau pinjaman ?
Jawaban :
Modal awal kami Rp 300.000 , Uang Pribadi
Pertanyaan :
Berapa Keuntungan perhari yang anda dapat ?
Jawaban :
Kalau hari biasa sekitar Rp 350.000 , Kalau weekend atau hari libur sekitar Rp 500.000-600.000
Pertanyaan :
Untung yang Anda dapat dipergunakan untuk apa saja ?
Jawaban :
Untungnya kami pakai untuk biaya anak sekolah, dan sebagian ditabung dan untuk stock barang.
Pertanyaan :
Bagaimana Anda mencatat pembukuan pemasukkan dan pengeluaran keuangan yang anda dapat dari usaha Anda ini ?
Jawaban :
Pemasukkan jarang kami catat, tapi kalau pengeluaran belanja kami catat di buku.
Pertanyaan :
Dimana Anda belanja kebutuhan barang yang Anda butuhkan? Barang tersebut dibeli sendiri atau di kirim ?
Jawaban :
Di pasar Wisma Asri , barang dikirim sampai tempat usaha ini.
Pertanyaan :
Membakar atau memasak sosis bakar ini menghabiskan tabung gas 3kg sampai berapa tabung ?
Jawaban :
1 hari menghabiskan tabung gas 3kg
Pertanyaan :
Untuk biaya mentega , tusukkan dan plastik untuk mengkemas sosis bakar ini sehari menghabiskan biaya berapa ?
Jawaban :
Untuk plastik, tusukkan dan mentega seharinya menghabiskan biaya Rp 35.000
Pertanyaan :
Menu apa saja yang dijual di tempat Usaha Anda ini ?
Jawaban :
Sosis, Bakso, dan Otak-otak
Pertanyaan :
Stock yang Anda persiapkan perhari berapa untuk masing-masing menu tersebut? Dan bumbu-bumbu yang Anda gunakan menghabiskan berapa banyak ?
Jawaban :
Sosis 700 tusuk, Bakso 700 tusuk, dan Otak-otak 200 tusuk. Kalau untuk bumbu kami menghabiskan Rp 100.000 untuk membeli bumbu.
Pertanyaan :
Pukul berapakah usaha Anda dibuka? Dan ditutup kembali pada pukul berapa ?
Jawaban :
Buka pukul 09.00/10.00 pagi dan tutup pukul 23.00 malam
Pertanyaan :
Apakah stock yang anda persiapkan untuk perharinya selalu habis terjual atau masih ada sisanya ?
Jawaban :
Selalu habis, tetapi kadang-kadang kalau lagi sepi pembeli sisa 30 tusuk.
Pertanyaan :
Pelanggan Anda setiap harinya siapa saja ?
Jawaban :
Pelajar,Mahasiswa, kami juga punya pelanggan tetap dari PT. Yamaha Musik Cikarang dan MNC Tv untuk pekerjanya yang shift siang dan shift malam.
Pertanyaan :
Apakah usaha anda ini pernah menerima pesanan ?
Jawaban :
Pernah, kami menerima pesanan acara ulang tahun dan sunatan.
Pertanyaan :
Adakah nomer yang bisa dihubungin untuk pemesanan :
Jawab :
Ada. Hubungi nomer : - 085780773304
                                      - 085780773302
Pertanyaan :
Bagaimana cara pembayaran yang digunakan dalam usaha Anda ini ?
Jawaban :
Cara pembayarannya langsung atau cash, dan dibayar langsung ke saya,tidak dihutang, dan pembelian diatas Rp 30.000 kami bisa antar tanpa ongkir (ongkos kirim).
Pertanyan :
Apa tujuan Anda membuka usaha ini ?
Jawaban :
Untuk Anak, dan untuk Masa depan.

Kesimpulan yang saya dapat dari hasil wawancara ini adalah usaha yang dibuat mempunyai modal yang sangat minim sekali tetapi makin lama kelamaan mendapat hasil atau keuntungan yang sangat besar. Menurut dari hasil wawancara saya, tempat sudah strategis tetapi kurang efisien karena terlalu sempit dan tempat duduk untuk pelanggan yang membeli diperbanyak, atau barangkali bila untung dikumpulkan dapat membuat tempat yang lebih efisien dan pembeli atau pelanggan dapat memakan sosis bakar tersebut di tempat itu.
Selain itu saya menyarankan kepemilik sosis bakar tersebut untuk membuat pembukuan yang sangat detail karena pencatatan pemasukkan dan pengeluaran itu sangat penting untuk berjalannya usaha tersebut. Masih banyak kekurangan-kekurangan yang saya dapati dari tempat usaha kedai sosis tersebut, selain pencacatan keuangan yang tidak detail, pemilik kedai tersebut tidak pernah mencatat pemasukkan di pembukuannya.
Saya menyarankan untuk membeli buku Pencatatan Keuangan seperti buku yang dipakai oleh mahasiswa atau pelajar Akuntansi. Saya juga menyarankan untuk mecatat semua pengeluaran pembelanjaan usaha tersebut dengan detail, seperti pengeluaran masing-masing dari menu tersebut dicatat, dan bahan-bahan untuk masing-masing bumbunya dicatat, sekaligus biaya yang sangat kecil seperti beli tusukkan atau plastik atau tabung gas juga dicatat,biaya ongkir juga dicatat karena ongkir memerlukan kendaraan dan kendaraan membutuhkan bensin.


Usaha itu kemajuannya sudah sangat pesat, dari yang hanya mempunyai beberapa pelanggan, sekarang sudah memiliki pelanggan dari berbagai kalangan ataupun kota. Alangkah baiknya jika pembukuan pemasukkan dan pengeluarannya dicatat akan ketauan keluar dan masuknya uang secara jelas, mungkin saja jika pencatatan keuangannya dilakukan dengan detail dan jelas usaha itu bisa membuka cabang bahkan bisa membayar orang untuk menjadi tukang masaknya. Pemilik bisa terima hasil bersihnya saja.

Contoh kecil pembukuan yang saya sarankan ke pemiliknya kurang lebih seperti ini :

Saya juga masih belajar dan mungkin masih banyak kekurangan dari tabel pencatatan atau pembukuan itu yang masih kurang. Saya juga menyarankan untuk memasang promosi secara online, seperti lewat facebook,twitter atau jejaring sosial lainnya, tetapi karena keterbatasan informasi pemilik masih harus banyak belajar untuk masalah ini.


Contoh Pembukuan Punya Pemilik :


Tempat Kedai Sosis Bakar Teteh beserta Pemilik :



Pembakaran Sosis Bakar :

Wawancara :
Pembungkusan Sosis yang sudah matang :
Foto Bersama Pemilik Kedai Sosis :

Nama dan tanda tangan Pemilik :
Data Flow Diagram

Diagram alir data atau DFD(Data Flow Diagram) adalah teknik grafik yang digunakan untuk menjelaskan aliran informasi dan trasformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran (Mahyuzir, 1991). DFD menggambarkan penyimpanan data dan proses mentranformasikan data.
DFD adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluaran dari sistem, dimana data di simpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut, dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut (Kristanto, 2003)

Simbol yang digunakan pada DFD model Yourdon sebagai berikut :
1. Data Flow (arus data)
Panah merepresentasikan datu atau lebih obyek data (arus data).

2. External entity (Kesatuan luar) atau boundary (batas sistem)
Untuk merepresenrasikan sebuah external entity sebagai sebuah elemen sistem, misalnya hardware, orang (user) atau program lain dapat di simbolkan dengan suatu notasi kotak sebagai berikut :

3. Procces (proses)
Proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dari hasil suatu data yang masuk kedalam proses untuk menghasilkan data yang keluar dari proses. Simbol yang digunakan untuk merepresentsikan proses yaitu :

4.Data Store (Simpanan data)
Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa  :
a. Suatu file atau database dalam komputer 
b. Suatu arsip atau catatan manual
c. Suatu kontak tempat data dimeja seseorang 
d. Suatu label acuan seseorang 
e. Suatu agenda atau buku

DFD :